Feeds:
Pos
Komentar

Dengan kemenangan Pasangan PKS/PAN melawan Demokrat/Golkar, menunjukkan melemahnya dukungan terhadap Presiden Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Yusuf Kalla. Kemenangan ini terlihat sekali pada daerah/kota yang padat penduduknya, seperti Bandung, Bogor, Bekasi, dan Depok. Kemenangan ini memperkuat bargaining position PKS untuk disunting partai besar (PDIP, Golkar, Demokrat)

PDIP dan Gerindra saling klaim kemenangan Jokowi akibat partainya? Jokowi menang karena Probowo, atau Probowo mengambil kesempatan dengan kemenangan Jokowi?. pusiiiing, Politik ada-ada wae.

Seharusnya yang diuntungkan adalah megawati, karena Jokowi adalah dari/tokoh PDIP. Dan dengan memasangkan dengan Ahok, Jokowi malah dirugikan. Akibat faktor Ahok justru banyak pendukung Jokowi berpindah atau abstein. Prosentasinya saya kira jauh lebih banyak dibanding dgn captive market yang disebut ….  15% (non-muslim). Yang 15% ini saya kira paling tinggi hanya 5% karena faktor agama, sisanya 10% karena Jokowi. Jadi analisanya, sama dengan pemilu 2009, siapapun yang mendampingi SBY pasti menang. Jadi Ahok adalah faktor yang melemahkan Jokowi. Kalau Jokowi berpasangan dengan yang lain kemenangan akan mencapai 60–70%. tetapi siapa yang diuntungkan ternyata Prabowo bukan Megawati, lihat penelitian berikut: why?

Syafedi Syafei, PhD
SRMC: Jokowi-Basuki Unggul Untungkan Prabowo Ketimbang Mega.
……………………
Yang menarik, pemilih Jokowi-Basuki 25 persen memilih Prabowo dan hanya 13 persen memilih Megawati sebagai presiden pada Pemilu 2014. Sementara itu, 13 persen pemilih Foke-Nara memilih Prabowo, hanya 8 persen yang memilih Megawati.

Menurut penelitian ini, secara umum pemilih pasangan Jokowi-Basuki lebih berhubungan dengan pemilih Prabowo dibandingkan dengan pemilih Megawati. Pilkada DKI Jakarta dan hasilnya lebih memperkuat Prabowo di tingkat massa pemilih dibandingkan Megawati

“Ini merupakan fakta baru, sebab tidak pernah terjadi dalam survei nasional maupun pilkada di daerah lain, pendukung Prabowo jauh lebih besar dari pemilih Megawati ketika simulasi dilakukan secara terbuka,” jelas CEO SMRC Grace Natalie, saat mempresentasikan hasil survei SMRC di Morrissey Serviced Apartment Hotel, Menteng, Jakpus, Minggu (23/92012).

Fakta bahwa Jokowi-Basuki menang dalam Pilkada DKI, apakah menunjukkan bahwa latar belakang Prabowo yang dinilai pernah melakukan pelanggaran HAM berat tidak penting bagi pemilih Jakarta.

“Apakah menunjukan bahwa opini Prabowo berada di belakang kerusuhan rasial terhadap warga Tionghoa pada Mei 1998 tidak menjadi masalah penting bagi pemilih Jakarta,” jelas Grace.

Survei ini menunjukkan bahwa pada umumnya, yakni 59 persen warga tidak tahu bahwa Prabowo diberhentikan dari dinasnya sebagai perwira TNI karena dinilai melakukan pelanggaran HAM berat. ……

sumber: kompas

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.